Dalam waktu dekat ini, banyak keluarga saya yang meninggal. Akhir taun lalu Om Agus, adiknya bapak, meninggal. Bulan Februari kemarin Pakde Har meninggal, dua minggu kemudian simbah Wongso, ibuknya ibu, meninggal. Dan Kemarin Senin simbah Warjono atau yang sering aku panggil mbah Wirobrajan, bapaknya bapak, karena rumahnya di Wirobrajan juga meninggal.
Sedih rasanya banyak kehilangan dalam waktu yang berdekatan kayak gini :"
Tapi yaahh mau berbuat apa lagi, namanya juga udah suratan takdir Tuhan. Kita cuma bisa menerima dan menjalani saja :")
Terkadang saat sudah sebesar saat ini, kita merasa ingin kembali menjadi anak kecil seperti dulu lagi.
Berbuat apa yang kita mau tanpa merasa takut itu benar atau salah, mengatakan apa yang ada dibenak kita apapun itu.
Tapi tiba-tiba saya berpikir. Mungkin ketika kita meninggal itu juga tak kalah menyenangkannya. Kita mendapatkan hasil atas apa kerja keras kita selama hidup, jika kita banyak berbuat baik maka kehidupan di akherat kita pasti "ngawu-awu" alias hura-hura yang kenikmatannya jauh daripada kenikmatan dunia, tetapi jika kita banyak berbuat buruk saat masih hidup ya kita harus menanggungnya saat itu sesakit dan seberat apapun itu. Saat hidup memang mudah mengatakan hal-hal semacam ini, karna belum pernah meninggal jadi saya pun tidak tahu bagaimana nikmat dan bagaimana kerasnya kehidupan di akherat sana, hanya saja dalam kitab-kitab sudah dijelaskan sedemikianrupa.
Ketika kita sudah meninggal kita hidup sendirian, tak perlu merasa kesepian seperti saat di dunia. Kita tak perlu sedih jika tak ada yang mempedulikan kita saat kita sudah meninggal, yaa karna kita semua berpisah ketika di akherat, tidak mengenal satu sama lain.
Sedih rasanya ketika kita masih hidup di dunia selalu ingin mendapat perhatian dari orang lain, tapi sayangnya semua tak selalu sesuai harapan kita. Mungkin ada beberapa yang memberikannya, tapi tak sedikit pula yang yaah seperti itulah...
Banyak orang yang menyesal ketika sudah ditinggalkan oleh seseorang selama-lamanya karna selama orang itu masih hidup mereka belum memberikan perhatian yang cukup, malah terkadang tanpa mereka sadari perbuatan mereka lebih mendekati "mengabaikan" orang lain.
Mungkin nggak ya ketika saya meninggal, entah kapan, ada yang menyesali seperti itu?
Saya berharap sih tidak ada. Ya walaupun saat ini banyak orang yang mengabaikan saya, tapi saya yakin, mereka tak perlu menyesal ketika saya sudah tak ada. Bersyukurlah kalian jika saya tak ada nanti, karna populasi manusia menyebalkan di dunia ini akan berkurang :p