cerpenku :*

Hidup Ari tinggal menghitung hari.Apa yang ia rasakan kini mendapat perhatian dari orangtuanya yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya.Penyakit mematikan itu kini melekat dala tubuhnya yang dulu gagah sekarang bagaikan tulang dan kulit saja.
"apa aku masih bisa merasakan ulang tahun saya minggu depan bu ?" tanyan Ari pada ibunya yang hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa.
"aku tahu bu, perbuatanku ini sangat mengecewakan. Saat ini aku hanya ingin merasaka hidup barang satu hari saja saat usiaku 17 tahun beso."
Air mata yang tertahan dipelupuk mata ibunya seolah dapat menceritakan kembali bagaimana kehidupan anaknya selama ini.
"maafkan ibu nak," hanya itu yang dapat ibunya ucapkan. Sejak kecil ibunya tahu bahwa Ari adalah anak yang pandai tapi ia selalu saja menyendiri dan sulit untuk bergaul.
Semenjak Ari duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, ibunya tidak pernah tahu bahwa anaknya tercatat sebagai siswa pembuat onar karena selama ini ia hanya sibuk memikirkan pekerjaannya.
"jika saat ulangtahun aku sudah tidak bersama ibu lagi, tolong ibu jangan menangis lagi karena aku."



to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar